Stories

Kreasi Sentuhan Batik Pada Pohon Natal Sebagai Bentuk Pelestarian Warisan Budaya Nusantara

Perayaan Natal merupakan hari istimewa yang paling dinantikan, dimana semua umat Kristiani bersukacita dalam menyambutnya. Hari dimana sanak keluarga berkumpul dan bercengkrama, saling berbagi kebahagiaan dan rasa syukur. Ada banyak sekali hal yang perlu dipersiapkan menjelang perayaan Natal tiba, salah satunya adalah menyiapkan pohon Natal dengan hiasan-hiasan indah sebagai pelengkap dekorasi Natal di rumah.

Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk membuat pohon Natal, misalnya membuat pohon natal unik dari barang bekas, kain atau dari origami. Namun, apakah kamu tahu? bahwa seorang desainer di Surabaya membuat sebuah kreasi pohon natal cantik menggunakan kain batik Madura loh!

Embran Nawawi, merupakan sosok desainer yang membuat kreasi pohon Natal dari motif kain batik ini. Beliau menyebutkan bahwa warna batik yang berasal dari Pamekasan Madura ini cukup indah, apalagi jika ditambah

dengan hiasan lampu kecil dan dekorasi natal lain diatasnya, membuat pohon Natal ini akan semakin cantik dan menawan.

Pohon Natal yang terbuat dari batik Pamekasan dengan motif bunga dan kupu-kupu setinggi 3.5 meter itu terpajang dengan indah di Lobi Quest Hotel Surabaya. Pada awalnya General Manager Quest Hotel Surabaya ini ingin melakukan sebuah kerja sama, karena pada saat itu momennya sudah mendekati Natal, maka tercetuslah ide untuk membuat pohon Natal dari kain Batik ini.

Beberapa warna kain batik yang melambangkan Natal pun menjadi pilihannya. Sejumlah warna yang dipilih antara lain hijau, merah, putih, coklat keemasan, biru dan ungu. Baginya, setiap warna dari batik ini memiliki makna dan arti tersendiri. Contohnya, seperti warna merah yang melambangkan keceriaan, sedangkan warna hijau melambangkan kesuburan. Adapun warna putih yang menjadi perlambang kesucian. Warna-warna cerah yang menjadi ciri khas batik Pamekasan ini lah yang memudahkan Embran dalam mengaplikasikannya menjadi sebuah pohon Natal.

Walaupun demikian, Embran mengaku tidak sembarangan dalam memakai warna batik, bahkan sebelum merancang pohon Natal tersebut, Embran harus mempelajari terlebih dahulu tentang makna perayaan Natal, agar karya yang diciptakannya nanti memiliki kesesuaian dan harmonisasi antara makna Natal dengan makna dari warna batik yang digunakannya.

Untuk membuat satu pohon Natal ini, Embran membutuhkan sekitar 100 meter kain batik atau setara dengan 50 potong kain batik. Pohon Natal Batik itu dikerjakan oleh 12 orang dalam tempo satu hari. lembaran kain batik itu dirangkai menjadi satu kesatuan sehingga menghasilkan pohon Natal yang

terlihat indah. Tak heran jika ada banyak pasang mata yang mengapresiasi serta mengagumi karya tersebut.

Untuk proses pengerjaannya, kain batik dikerut-kerut terlebih dahulu kemudian disambung dengan lakban. proses penyambungan ini harus dilakukan dengan telaten dan hati-hati agar tidak merusak motif batik.

Penyusunan kain batik hingga membentuk pohon Natal pun tidak dilakukan secara sembarangan. Makna-makna yang terkandung dalam warna kain batik menjadi dasar penyusunannya. Contohnya, seperti peletakkan kain batik berwarna putih yang Embran letakkan pada bagian paling atas.

Baginya, warna putih artinya kesucian, menuju Tuhan. Itu lah yang menjadi alasan Embran meletakkannya di bagian paling atas. Kemudian warna biru diletakkan paling bawah. Karena warna biru mengandung makna kebersamaan, momen yang selalu diciptakan setiap keluarga saat menyambut Hari Natal.

Untuk penggunaan aksesoris nya pun tidaklah banyak, layaknya pohon Natal pada umumnya, Disini Embran hanya memakai bintang, lampu dan lonceng. Namun proses penataan lampu lah yang menjadi bagian tersulit dalam pembuatan pohon Natal batik ini.

Kreasi pohon Natal bernuansa batik dibuat dengan tujuan agar kita tidak melupakan budaya tradisional nusantara. Tentunya ini sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita dalam menjaga serta melestarikan budaya Indonesia. Berusaha untuk mengaplikasikan berbagai jenis warisan nusantara ke dalam berbagai elemen dan aspek kehidupan, salah satunya seperti kreasi pohon natal batik yang dilakukan oleh desainer asal Surabaya ini.

Related Articles

October 25, 2023
Tok! Sumbu Kosmologis Yogyakarta Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia
Tahukah Sahabat WBI, jika Sumbu Kosmologis di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 18…
Read More
March 11, 2023
Jagantara 2.0 2023, Ajak Anak Muda Lestarikan Budaya!Merajut Kebersamaan dalam Sebuah Keberagaman.
Jaga Warisan Nusantara (Jagantara) merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation yang bertujuan untuk melestarikan, menjaga,…
Read More
June 10, 2022
Memahami Jenis Warisan Budaya Indonesia 
Warisan Budaya Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan aspek benda, yang terdiri dari warisan budaya material & warisan budaya…
Read More
chevron-down